Casemiro Turut Berupaya Bungkam Isu Tentang Tite

Pemain berposisi gelandang tim nasional Brasil, Casemiro, menyuarakan dukungannya supaya Adenor Leonardo Bacchi alias Tite masih dipertahankan. Walau terdapat spekulasi jika tempat juru tak-tik Kesebelasan Samba ini sedang terancam.

Ya, akhir-akhir ini mencuat pemberitaan yang mengungkapkan jika Tite tak lagi jadi manajer tim nasional Brasil usai Copa America 2019 selesai. Spekulasi itu terdengar tak lama usai kemenangan Casemiro dkk melawan Argentina di semi-final.

Tidak mau pemberitaan itu mengganggu konsentrasi Tite, Federasi Sepakbola Brasil juga membikin penyataan yang tak pada umumnya. Yaitu, menjamin juru tak-tik berumur 58 tahun ini bakal masih jadi juru tak-tik Kesebelasan Samba.

“Konfederasi sepakbola Brasil mengatakan keyakinan kepada kinerja staf kepelatihan timnas. Kami jua memastikan kembali jika mereka bakal dipertahankan dengan cara permanen, ” tulis pengakuan resmi federasi sepakbola Brasil (CBF).

Sekarang, punggawa tim nasional Brasil, Casemiro, jua turut berupaya membungkam pemberitaan buruk terhadap manajernya. Gelandang Real Madrid ini percaya Tite sudah memberi sejumlah efek bagus bagi kesebelasannya.

“Tite sudah memenangi beberapa titel nasional dan internasional dan dia merupakan sosok jawara. Ia telah jadi juru tak-tik kami sepanjang 3 tahun dan bisa memenangi lebih dari 80 persen laga, ” tutur Casemiro sebagaimana dilansir Football5star. com dari FourFourTwo.

“Tite merupakan seorang yang membikin kami tangguh dengan cara mentalitas, bukanlah sebaliknya. Dia berhasil membikin kesebelasan ini konsentrasi dan tak terjebak di dalam perangkap musuh ataupun membikin rival dapat menjadikan kami terprovokasi di gelanggang, ” jelasnya.

3 Fakta di Balik Goal Cepat Salah dalam bentrokan final Liga Champions

Start bagus diperoleh Liverpool pada laga pamungkas Liga Champions 2018-19, Minggu (2/6/2019) dini hari WIB. Tak jua genap laga berlangsung 1 menit, mereka memperoleh hadiah tembakan penalti. Eksekusi dingin Mohamed Salah sukses membobol gawang Tottenham yang dijaga Hugo Lloris.

Menurut laporan dari situs prediksi bola terakurat, laga baru saja berlangsung 25 detik saat operan Sadio Mane mengenai tangan Moussa Sissoko. Pemimpin pertandingan Damir Skomina tidak ayal mengganjar Tottenham dengan hukuman tembakan 12 pas. Eksekusi tembakan penalti alhasil dilaksanakan kala pertandingan berlangsung satu menit 48 detik oleh Mohamed Salah.

Paling tidak terdapat 3 realita menarik yang mengiringi goal suspensi itu. Pertama, karena golnya itu, Mohamed Salah jadi bintang Afrika ke 5 yang menyarangkan goal pada laga pamungkas Liga Champions.

Bintang Afrika perdana yang menyarangkan goal pada Final Liga Champions merupakan Rabah Madjer kala FC Porto unggul 2-1 melawan Bayern Munich pada kompetisi musim 1986-87. Langkahnya lantas dibuntuti Samuel Eto’o yang membikin goal kala Barcelona unggul 2-1 melawan Arsenal pada 2005-06 dan Manchester United pada 2008-09.

Bintang Afrika selanjutnya yang menyarangkan goal pada laga pamungkas Liga Champions merupakan Didier Drogba. Ia melaksanakannya kala Chelsea melawan Bayern pada laga pamungkas kompetisi musim 2011-12.

Dan laporan dari blog bandar togel, adapun bintang Afrika ke 4 yang menyarangkan goal pada laga pamungkas Liga Champions merupakan Sadio Mane. Kawan satu tim Mohamed Salah ini menyarangkan goal ketika Liverpool menelan kekalahan 1-3 dari Real Madrid pada laga pamungkas kompetisi musim 2017-18.

Kenyataan ke 2 di balik goal cepat Mohamed Salah tentang kala terciptanya. Ini adalah goal ketiga paling cepat yang terjadi pada laga pamungkas Liga Champions. Goal itu cuma menerima kekalahan dari goal Enrique Mateos pada laga pamungkas kompetisi musim 1958-59 yang tepat terlahir di menit ke-1 dan Paolo Maldini pada detik ke-51 laga pamungkas 2004-05.

Kenyataan lain tentang goal Mohamed Salah, ini adalah goal suspensi paling cepat ke 2 di ajang Liga Champions. Goal suspensi paling cepat dibikin Johan Micoud saat Werder Bremen bertanding dengan Panathinaikos pada 2005-06. Ketika itu, ia menyarangkan goal kala pertandingan berlangsung satu menit 40 detik.

Allegri Masuk Italian Football Hall of Fame

Massimiliano Allegri mendapat penghargaan Italian Football Hall of Fame dari Federasi Sepakbola Italia (FIGC) pada Selasa (21/5/2019) WIB di Firenze, Italia. Allegri mendapat gelar itu dari legenda Italia dan Juventus, Marcello Lippi.

FIGC menganggap Allegri yang bakal melakoni pertandingan terakhirnya bareng jawara Serie A, Juventus vs Sampdoria pada Minggu mendatang layak mendapat gelar Italian Football Hall of Fame.

Allegri pernah menangani AC Milan dan mendapat Scudetto Serie A pada kompetisi musim 2010-11 sebelum jadi pengganti Antonio Conte di Juventus di tahun 2014. Bareng Bianconeri julukan Juventus, Allegri senantiasa mendapat kejayaan dengan memperoleh 4 piala Coppa Italia, 2 Supercoppa Italia, dan 5 trofi Scudetto.

Berdasarkan juri yang terdiri dari para direktur utama surat kabar olahraga di Italia, Allgeri layak mendapat gelar itu sebab pencapaian yang dibuat sepanjang ini.

“Allegri merupakan satu-satunya juru tak-tik Italia yang memenangkan 5 Scudetto beruntun. Ia sudah masuk ke history menjadi salah satu juru tak-tik yang punya beberapa piala, dan baru saja berumur 51 tahun. ”

“Tapi, Allegri bakal tinggalkan jejak sebab ia merupakan jawara yang tidak kehilangan rasa permainan. ”

Sedangkan, Allegri yang mendapat gelar itu tidak lupa mengutarakan terima kasih pada orang-orang yang sudah terlibat dengannya sepanjang 5 tahun terbaru.

“Saya pergi dari kesebelasan dengan DNA jawara. Malahan hari ini aku punya peluang untuk mengucapkan terima kasih pada semua yang sudah kerja dengan aku sepanjang 5 tahun terbaru. ”

“Sekarang aku memperoleh kehormatan jadi bagian dari history sepak bola Italia, aku bahagia memberikan kontribusi medali yang melambangkan penutupan siklus fantastis ini. ” pungkas Allegri.

Plan Napoli Kacau pada paruh pertama

Penjaga gawang Napoli, Alex Meret, kesal dengan performa kesebelasannya pada paruh pertama ketika menghadapi Arsenal. Menurut dirinya, Partenopei tampil amat jelek.

Arsenal unggul 2-0 vs tamunya Napoli di leg perdana fase perempat-final Liga Europa di Emirates Stadium, Jumat (12/4/19) dini hari WIB. Di partai ini, goal The Gunners dicetak Aaron Ramsey serta Kalidou Koulibaly (bunuh diri).

“Itu merupakan paruh perdana yang jelek dari kami. Kami berbuat sejumlah kekeliruan serta tak ideal. Kami perlu lebih banyak keberanian guna main dari bek. Tapi, kami main jauh lebih bagus usai istirahat serta membuat peluang. Kami paham itu bakal amat sukar, namun kami yakin jika kami bisa membalikannya pada leg ke 2, ” tutur Meret pada Sky Sport Italia.

“Kami tak setajam semestinya serta hal-hal yang kami coba di dalam pelatihan tak menghilang. Terdapat peningkatan yang jelas usai istirahat serta kami perlu membangunnya. Arsenal kewalahan saat kami coba mengiris barisan defensif mereka, jadi kami wajib mencobanya kembali pada leg ke 2. Kami punya suporter San Paolo di belakang kami pada leg ke 2 serta bakal memberi segalanya. ”

“Kami perlu pencapaian yang baik pada leg ke 2 serta ini artinya mulai dari pertama dengan sikap yang anyar. Kami mesti senantiasa memusatkan perhatian serta memberi yang paling baik pekan depan, ” Meret melanjutkan.

 

Pemain Bertahan Real Madrid Akui Koneksi dengan Santiago Solari Tidak Mulus

Santiago Solari sekarang sedang tersudut. Kepastian Real Madrid tereliminasi dari Liga Champions serta Copa del Rey dan semakin jauh dalam persaingan di LaLiga membikin tempatnya rentan. Pemain bertahan Nacho Fernandez mengaku koneksi sang juru tak-tik bersama kesebelasan memang tak mulus.

“Hubungan dengan manajer agak sukar sebab beberapa hal yang tidak berlangsung bagus, ” kata Nacho Fernandez setelah pertandingan vs Real Valladolid, Senin (11/3) dini hari WIB, sebagaimana dilansir Football5Star. com melalui Diario Sport.

Walau begitu, bintang berusia 29 tahun ini buru-buru memastikan jika pemain-pemain tidak bakal menghianati sang manajer. “Kami masih bersama dia. Kami tidak ikut campur (soal masa depannya). Peran kami cuma mendapat kemenangan di gelanggang, ” tutur Nacho Fernandez kembali.

Secara keseluruhan, pemain bertahan yang jadi pelapis Sergio Ramos serta Raphael Varane ini mengaku musim ini amat janggal untuk Real Madrid. Mereka telah nyaris pasti tidak menggondol trofi Liga Champions, LaLiga, ataupun Copa del Rey.

“Ini musim yang rumit. Kami tidak terbiasa tidak berupaya mendapat sesuatu pada saat ini. Itu merupakan Real Madrid serta tuntutan terus ada tiap-tiap hari. Kami mesti memperkuat panji tim, ” jelas ia kembali.

El Shaarawy Belum Mau Pergi dari AS Roma

Pemain sayap AS Roma, Stephan El Shaarawy, menyatakan jika ia tidak punya niat buat meninggalkan Stadio Olimpico dalam waktu dekat. Dia juga berharap manajemen AS Roma cepat memberi pembaruan kesepakatan kontrak padanya.

Walau tengah jadi salah satu bintang utama, manajemen AS Roma tidak jua memberi pembaruan kesepakatan kontrak padanya. Kesepakatan kontraknya sekarang bakal berakhir di musim panas 2020 nanti.

“Saya serta manajemen tim sama sekali tak kunjung mengawali obrolan soal pembaruan kesepakatan kontrak. Aku baru bakal mulai menyinggung soal itu usai musim 2018-19 berakhir. Aku cuma mau fokus bersiap buat menantang laga-laga berikutnya, ” cetus Stephan El Shaarawy dilansir dari Football Italia.

“Tentu saja aku mau terus tinggal di AS Roma. Aku berpikir amat senang serta terus mendapat suport maksimal dari semua pendukung. Namun, aku baru bakal membahas soal itu usai kompetisi musim habis, ” paparnya melanjutkan.

Bintang 26 tahun ini sukses mengoleksi 8 goal serta 6 assist dari 22 penampilannya pada seluruh turnamen. Dia juga berharap bakal dapat menjaga performa maksimalnya pada sisa kompetisi musim ini. Dia punya bidikan untuk mengoleksi setidak-tidaknya sepuluh goal musim ini.

“Tujuan inti aku ialah, bisa menyarangkan setidak-tidaknya sepuluh goal musim ini. Aku mesti dapat menjaga konsistensi penampilan. Secara fisik, aku rasa mengesankan. Kini, aku berharap bakal dapat main maksimal pada sisa laga musim ini. ”

Rahasia Solskjaer Singkirkan Chelsea dari Piala FA

Pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, senang bisa unggul atas Chelsea dalam laga lanjutan Piala FA yang berlangsung di Stamfor Bridge. Hasil positif 2-0 itu cukup buat menghantarkan Paul Pogba dkk menuju fase ke-6 kompetisi.

Selepas laga, Solskjaer memaparkan rahasia kesuksesan skuatnya mampu menghajar klub sekelas Chelsea di markasnya sendiri. Dengan cara keseluruhan, dia jua mengatakan senang kepada performa para pemainnya.

“Kami memang main mengesankan di partai kali ini. Strategi yang coba team saya terapkan pada nyatanya sukses yakni mendesak 3 pemain berposisi gelandang kami berlaga lebih melenggang menuju depan. Sedangkan Marcus serta Romelu berlaga agak melebar, ” jelasnya seperti dilansir dari website resmi tim.

Dominasi Manchester United dari sang pemilik stadion memang nampak jelas selama laga. Satu dari sekian banyak indikatornya adalah Chelsea cuma sukses melepas 2 tendangan ke arah gawang. Itu pun berlangsung di 11 menit perdana.

Hasil positif itu jua jadi catatan bagus tersendiri untuk Solskjaer yang mengantongi SEBELAS hasil positif dari 13 laganya kala melatih Manchester United. Raihan itu lebih bagus dari pencapaian Jose Mourinho yang cuma catatkan sepuluh hasil positif dari 24 pertandingan.

“Selain itu, jantung pertahanan kami jua kerja amat keras selama laga. Khususnya di fase ke-2, kami betul-betul mengerahkan semua kualitas. Chris (Smalling) jua main amat mengesankan hari ini, saya paham ia kerja amat keras beberapa bulan akhir-akhir ini, ” tutur pria dari Norwegia itu.

4 Bintang yang Pilih sang Ayah sebagai Agen

Agen memiliki peran vital di dalam kehidupan bintang sepak bola. Melalui tawar menawar kesepakatan kontrak sampai mencarikan tim anyar, agen memiliki pengaruh besar di dalam karier para pesepakbola. Oleh sebab itu, amat vital untuk pesepakbola punya agen yang bagus.

Agen kini telah jadi elemen penting di dalam sepak bola sebab sebagian besar transfer cuma dapat berlangsung lewat mereka. Malahan, agen pun dapat membikin sang bintang mendapat bayaran yang besar di timnya.

Tersedia banyak agen yang memiliki reputasi besar seperti Jorge Mendes serta Mino Raiola. Tapi, banyak juga pesepakbola yang menunjuk anggota keluarganya menjadi agen mereka.

Berikut ini 4 bintang yang menunjuk ayah mereka sendiri buat jadi agen sebagaimana ditulis Unosport.

Neymar – Neymar Santos Sr – Satu dari sekian banyak duo ayah serta anak yang paling terkenal ialah Neymar serta bapaknya. Neymar Santos Sr punya peran besar di dalam menghantarkan Neymar dari Brasil menuju Barcelona, serta juga menghancurkan rekor transfer dunia buat putranya dari Barcelona menuju PSG di tahun 2017.

Neymar Sr telah memberi pengaruh besar di dalam perkembangan karier Neymar sebagai bintang sepak bola. Neymar Sr pun menolong putranya menghadapi banyak kasus di pengadilan.

Malahan, Neymar Sr dulunya pun salah satu bintang sepakbola profesional walau tak terlampau berhasil. Neymar Sr memainkan sejumlah tahun terakhirnya di Mogi Das Cruzes, satu pinggiran wilayah industri yang luas yang terletak di pinggiran Sao Paulo saat Neymar terlahir.

Pada awalnya, Neymar menunjuk Wagner Ribeiro menjadi agennya sebelum sang bapak mulai mengurusi urusan putranya. Ia kini jadi setingkat lebih populer usai mengambil keputusan buat mengurusi urusan putranya di luar arena pertandingan.

Lionel Messi – Jorge Messi – Lionel Messi merupakan satu dari sekian banyak bintang sepakbola sangat populer di dunia sekarang. Pemain Argentina tersebut telah meraih nyaris setiap gelar di tingkat tim serta individu, serta dia masih di dalam kondisi paling baik kampanye musim ini.

Lionel Messi telah bersama tim Spanyol Barcelona semenjak ia datang dari Argentina. Walau dia dihubungkan dengan beberapa klub di dalam sepanjang kariernya, Messi tidak pernah pergi dari tim masa kecilnya. Penyebab utama yang mempengaruhi hal tersebut ialah sang bapak, Jorge Messi.

Jorge sekarang jadi agen Lionel Messi serta bertanggung jawab di dalam urusan kesepakatan kontrak sang anak dengan Barcelona. Messi terus memperoleh masalah dengan pajak serta Jorge terus memberi dukungan padanya selama ini.

Walau Messi amat tak mungkin bakal pergi dari Barca, namun transfernya tentu bakal melibatkan Jorge juga.

Juan Mata – Juan Manuel Mata Sr – Urusan di luar arena pertandingan Juan Mata sekarang ditangani oleh sang bapak, Mata Sr.

Ia bertanggung jawab atas transfer putranya dari Valencia menuju Chelsea di awal karirnya, serta lantas menuju Manchester United. Harus juga dicatat jika Mata sudah memperkuat Real Madrid sebelum berlaga bareng Valencia.

Juan Manuel Mata Rodriguez pun salah satu bintang sepakbola profesional serta berlaga menjadi pemain depan di tahun 1980-an serta pertama 1990-an buat kota kelahirannya Burgos CF. Ia lantas menangani karier putranya semenjak saat itu.

Mata bakal cepat mengambil kesepakatan kontrak baru di Manchester United serta Mata Sr tentu berperan besar di dalamnya.

Eden Hazard – Thierry Hazard – Thierry Hazard akhir-akhir ini terus memberi komentar tentang masa depan putranya di Stamford Bridge. Hazard amat gencar dihubungkan dengan Real Madrid, serta sang agen adalah sosok yang amat memiliki pengaruh di dalam pemberitaan ini.

Eden Hazard pernah tak memiliki agen buat sebelum sang bapak mengisi fungsi itu. Carine serta Thierry Hazard, orang tua dari Eden Hazard, pun memiliki latar belakang sepak bola.

Thierry merupakan bintang semi-profesional, yang berlaga di barisan tengah La Louviere, kota tempat Thorgan serta Eden dilahirkan. Sang ibu merupakan striker papan atas sepanjang 6 tahun. Pasangan ini lantas jadi guru pendidikan jasmani.

Chelsea berupaya keras buat menjaga Hazard serta Thierry Hazard tentu bakal memiliki peran vital di dalam menentukan masa depan sang bintang.

Terima kasih sudah berkunjung ke situs kami. Semoga artikel yang kami sajikan dapat menambah pengetahuan para pembaca semuanya. Untuk para pencinta sepak bola, Anda juga dapat menonton jalannya pertandingan secara live dengan klik tautan ini. Silahkan berikan kritik dan saran di kolom komentar. Kritik dan saran para pembaca sangat berguna bagi perkembangan website ini agar kami dapat bekerja lebih baik lagi. Dan terakhir jangan lupa klik tombol share.

Hazard Girang Diturunkan Menjadi False Nine Lawan City

Pemain Chelsea, Eden Hazard mengatakan girang ia diposisikan pada tempat false nine oleh Maurizio Sarri di partai kontra Manchester City yang digelar di Stamford Bridge kemarin.

Chelsea berhasil mendatangkan kekalahan pertama untuk City di Premier League kampanye musim ini. Hazard tampil superior dengan menyumbangkan 2 assist, masing-masing buat goal N’Golo Kante serta David Luiz.

2 assist tambahan membikin Hazard sekarang jadi penyuplai assist paling banyak di Premier League kampanye musim ini dengan total 8 umpan.

Di partai itu, Sarri melakukan transformasi taktik yang lumayan menarik dengan menurunkan trio Willian, Hazard, serta Pedro Rodriguez di sektor serang, alih-alih menurunkan Alvaro Morata ataupun Olivier Giroud.

“Saya menyukainya, tahun kemarin aku pun memainkan tempat itu [false nine], jadi aku paham apakah yang mesti dikerjakan,” kata Hazard pada website resmi Chelsea.

“Tapi rasanya agak cukup aneh sebab aku tidak terlampau sering menyentuh bola,” imbuh bintang yang sesungguhnya cakap bermain menjadi striker yang beroperasi di sektor sayap itu.

Hazard mengatakan senang dengan hasil positif melawan City. Tapi bintang internasional Belgia tersebut menyatakan jika kesebelasannya sekarang mesti langsung memikirkan pertandingan berikutnya, yaitu menghadapi Vidi FC di ajang Liga Europa serta lanjutan Premier League melawan Brighton & Hove Albion.

“Anda cuma perlu memusatkan perhatian terhadap apa yang wajib Kamu kerjakan dan aku coba mengerjakan yang terbaik, kami memenangkan pertandingan dan inilah yang paling penting,” tutup Hazard.

“Kami cuma mau memenangi laga dan kini pertandingan itu telah berakhir, kami dapat menikmati hasil positif itu, namun kami mesti memusatkan perhatian menuju pertandingan di hari Kamis serta minggu depan di Brighton,” terangnya.

El Clasico Lebih Besar ketimbang Messi serta Ronaldo

Buat pertama kali di dalam 9 musim pertandingan El Clasico antar Barcelona melawan Real Madrid tak melibatkan Lionel Messi serta Cristiano Ronaldo. Tapi, untuk Orang nomor 1 di LaLiga, Javier Tebas, El Clasico jauh setingkat lebih besar ketimbang 2 pemain itu.

Sebagaimana yang diketahui, CR7 sekarang telah berjersey Juventus semenjak awal kampanye musim. Sedangkan Messi dipastikan tidak ikut serta sehabis dihantam cedera bahu kala melawan Sevilla penghujung pekan silam.

Tidak sedikit yang merasa ketiadaan ke 2 dapat menurunkan ketenaran El Clasico jilid perdana ini. Tapi, Tebas menegaskan pertandingan Barcelona melawan Madrid kali ini bakal tetap memberikan tawaran gengsi tinggi.

“Saya kira Messi serta Ronaldo merupakan satu dari sekian banyak kehilangan besar namun tak memengaruhi El Clasico. Clasico merupakan satu dari sekian banyak produk bintang dari La Liga Santander. Kami dapat menyaksikan beberapa pertandingan yang menghasilkan superstar, namun Barcelona melawan Madrid merupakan produk yang sangat besar,” tutur Tebas pada Omnisport, hari Jumat (26/10).

Selain buat pertama kali tanpa Messi serta Ronaldo, El Clasico kali ini pun pertama kali menerapkan VAR. Meski tengah menuai sejumlah kontroversi, sang presiden percaya teknologi mutakhir pada sepakbola ini bakal menjadikan pertandingan makin adil.

“Aku tak takut pada VAR. Kami telah bekerja keras buat mengoperasionalkan VAR serta menjalin kerja sama dengan pemimpin pertandingan. Jadi aku percaya VAR bakal bekerja dengan bagus di pertandingan mendatang,” pungkasnya.